Investasi-Reksadana-Emas-AwitaLife

Investasi Sejak Muda? Siap Pensiun Dini? Why Not!

Yuk dishare!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Buat kalian para kawula muda maupun tua, karyawan maupun pebisnis, pasti mau banget dong untuk segera pensiun dan menikmati hidup, di saat uang sudah bukan masalah, atau uang sudah bekerja untuk kita. Banyak cara untuk menuju Roma, bisa naek mobil, kereta, pesawat, atau transit naik kapal, tapi bukan itu topik yang mau kita omongin. Apaan sih? Em, kembali ke blogpost (biar ga dikira ambil tagline orang, hehe), banyak cara untuk mencapai kondisi pensiun dini. Salah satu caranya adalah dengan memulai investasi. Penasaran? Lanjut dong bacanya. 🙂

Pada saat kita mendapatkan gaji atau hasil dagang kita, pasti kita alokasikan dulu sebagian besarnya untuk pengeluaran umum kita seperti uang makan, uang listrik, uang air, cicilan ini itu, dan lain-lain. Apabila pendapatan kita lebih besar dari pengeluaran, berarti kita ada kelebihan uang dong? Asik ya, hehe, bagi dong. Nah, kelebihan uang ini biasanya ditabung di bank favorit kita. Tapi tahu ngga guys kalau uang yang ditabung itu seandainya digunakan untuk berinvestasi, maka nilainya akan berkembang jauh lebih cepat daripada uangnya sekedar ditabung di bank. Kita sudah coba mencari informasi nih di Reddit, sebenarnya bagaimana sih cara orang menginvestasikan uang mereka, dan kita sudah mendapatkan beberapa cara. Kita bahas satu-satu ya!

Investasi-Reksadana-Emas-AwitaLife

Investasi: Offline, Emas, Tabungan?

1. Deposito

Ini adalah cara paling aman, hampir tanpa resiko, dan paling gampang dilakukan, sekaligus relatif umum untuk masyarakat Indonesia. Kita percaya hampir semua yang baca artikel ini pasti punya tabungan di bank, betul? Nah, setiap bank ternama di Indonesia biasanya memiliki program Deposito. Inti dari program ini adalah, dana kamu disimpan di bank dalam waktu tertentu, misalnya 1, 3, 6, 12, atau bahkan 24 bulan, dan selama periode itu dana kamu tidak akan bisa dicairkan, atau apabila dicairkan akan dikenakan biaya atau penalti.

Kenapa cara ini paling aman dan hampir tanpa resiko? Karena ini merupakan produk dari bank itu sendiri, sehingga selama bank yang kamu gunakan merupakan bank besar, kamu tidak perlu kuatir apabila tiba-tiba bank tersebut kolaps atau tutup tiba-tiba.

Kenapa gampang dilakukan? Karena kamu tinggal mampir ke bank tempat tabungan kamu, dan tinggal minta ke CS bank tersebut untuk dibukakan deposito. Boom, done! Kamu sudah punya investasi sendiri!

Karena ini merupakan investasi dengan resiko yang kecil, maka hasil yang bisa kamu harapkan juga relatif kecil. Dulu kita pernah gunakan deposito dari bank warna merah hasil perkawinan bank Indonesia dan Singapura, bunganya ada di 6% setahun.

Jadi apabila kamu buka deposito sebesar Rp10.000.000, bunga 6% setahun, dan waktu deposito 1 bulan, maka hasil yang bisa kamu harapkan adalah Rp10.000.000 x (6/100) x (1/12) = Rp50.000, tentunya sebelum dipotong pajak yang besarnya bervariasi. Tanyakan besaran pajak ini pada saat mendaftar deposito ke CS kamu ya.

 

2. Emas / Logam Mulia

Ini merupakan salah satu investasi yang cukup umum dilakukan di kalangan ibu-ibu, termasuk mommy penulis, hehe. Emas merupakan suatu komoditi yang tahan inflasi, sehingga meskipun terjadi inflasi yang sangat tinggi, harga emas akan cenderung tetap bahkan meningkat. Contoh paling nyata adalah dari cerita mommy tercinta, dulu beliau beli emas dengan nilai sekitar Rp50.000 per gram. Pada saat sedang butuh dana, beliau jual emas yang beliau miliki pada tahun 2014 dengan nilai sekitar Rp400-500rb per gram.

Jadi, emas dapat dijadikan sebuah investasi untuk kamu-kamu yang suka bling-bling di rumah, eh jangan disimpan di rumah tapi ya emasnya! Kita menyarankan untuk tidak menyimpan emas di tempat yang mudah dicari oleh orang-orang jahil yang suka buka-buka rumah orang tanpa permisi, alias maling. Cara umum biasanya dibuatkan tempat rahasia di dalam rumah, tempat dimana hanya penghuni rumah yang tahu (ga disebar di facebook juga ya say, sama aja boong kalo itu mah), atau apabila kamu ada dana lebih, kamu bisa sewa Safe Deposit Box di bank-bank besar atau bank pemerintah, biasanya ada di kantor pusatnya.

Saran dari kita lagi, apabila kamu memang mau mulai investasi emas, sebaiknya beli emas murni, atau biasanya dikenal dengan emas antam. Kenapa kok harus emas murni ini dan bukan emas perhiasan yang biasanya ada di toko-toko emas? Karena apabila kamu beli emas murni, kamu hanya bayar harga emasnya saja. Apabila kamu beli emas perhiasan, selain harga emas kamu juga harus bayar biaya jasa untuk pembuatan perhiasannya. Kecuali kamu memang mau pakai atau memang mau menyimpan perhiasan, sebaiknya kamu beli emas murni saja.

 

3. Investasi Bisnis Offline

Ini  merupakan cara yang agak beresiko. Inti dari jenis investasi ini adalah, kamu memberi modal kepada salah satu bisnis di sekitar kamu untuk mengembangkan usahanya, dengan perjanjian pengembalian modal sekaligus bunganya sesuai dengan kesepakatan. Misalnya, kamu punya satu teman yang bergerak di bidang bisnis retail. Kamu tertarik untuk bekerja sama dengan teman kamu itu, jadi kamu memberi modal sebesar Rp10.000.000 kepada teman kamu dengan perjanjian pengembalian modal setelah satu tahun dengan bunga setahun sebesar 10%. Maka pada akhir tahun kamu akan mendapatkan Rp10.000.000 ditambah dengan bunga Rp1.000.000.

Kenapa disebut beresiko? Karena bisnis teman kamu belum tentu berkembang setelah kamu suntikkan modal sebesar Rp10.000.000 tersebut, dan pada akhirnya tidak bisa mengembalikan modal plus bunganya ke kamu. Dari sini nantinya akan dilanjutkan dengan proses kekeluargaan, hehe.

===

Sebenarnya masih banyak model-model investasi lain yang bisa dilakukan, antara lain reksadana, saham, future, dan lain-lain, tetapi penulis masih kurang memahami topik-topik tersebut, jadi tidak bisa kita bagikan di artikel kali ini. Kita pasti pelajari lebih lanjut untuk model-model tersebut, dan akan kita bagikan pada saat kita sudah bisa menjelaskan lebih lanjut. So, stay tuned!

Kesimpulan:

Banyak cara untuk dapat memulai investasi, seperti deposito, emas, investasi ke bisnis lokal, reksadana, saham, future, dan masih banyak lagi. Agar kamu bisa semakin dekat dengan kebebasan finansial yang kamu harapkan, alangkah baiknya apabila kamu memulai investasi sejak dini. Tidak ada ruginya kok! Yuk bareng-bareng kita menuju ke arah sana.

Bagaimana dengan kamu? Sudah memulai investasi? Investasi apa saja yang sudah kamu lakukan?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *