5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menikah

5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menikah

5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menikah

5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menikah

Banyaknya kasus perceraian di sekililing kita membuat kita tergerak untuk menulis artikel ini. Siapa sih yang ingin cerai? Siapa sih yang ingin punya kehidupan rumah tangga yang berantakan? Siapa sih yang ingin berstatus broken home? Jawabannya pasti tidak ada. Hanya saja, perceraian kadang menjadi jalan keluar yang diambil pasangan suami istri untuk menghilangkan segala beban hidup pernikahan mereka. Alasannya mulai dari masalah keuangan hingga perselingkuhan. Biasanya dua faktor itu yang sering kita temui sebagai alasan utama perceraian.

Perlu diingat, menikah itu tidak sesimpel pacaran yang kalau ga sesuai hati tinggal putus dan ganti pacar baru. Menikah itu melibatkan keluarga besar pria dan wanita. Jadi yang menikah itu bukan hanya pria dan wanitanya saja, melainkan juga keluarganya. Apalagi kalau sudah punya anak, masalah perceraian akan lebih kompleks lagi. Maka dari itu, untuk menghindari perceraian dalam rumah tangga yang berawal dari ketidakpuasan atau ketidakbahagiaan bersama pasangan hidup, berikut 5 hal yang wajib kalian pertimbangkan sebelum menikah.

1. Kondisi Keuangan

Kalau orang bilang “money cannot buy happiness“, itu BOHONG! Uang memang bukanlah segalanya, tapi uang adalah PEMICU segalanya. Kalau ada uang, orang bisa bahagia. Tapi kalau tidak ada uang, orang pasti ga bahagia. Contoh sederhana, kalau tidak ada uang, mau makan pun mikir kan, bahagia ga? Ngak! Contoh lain dalam kehidupan rumah tangga, misalnya sebelum menikah, si wanita berasal dari kelas sosial miskin, lalu menikah dengan si pria yang kelas sosialnya lebih tinggi dengan keuangan yang mapan dan sangat berkecukupan. Setelah menikah, sang istri akhirnya bisa mengajak keluarganya untuk pergi liburan ke luar negeri atau umroh atau memberangkatkan orang tuanya haji, bahagia ga? BAHAGIA! Semua karenaaa…… UANG! Jadi yang benar adalah “yes, money can buy happiness” tapi tidak semua kebahagiaan hanya karena uang semata.

Poin disini adalah buat kalian yang kondisi keuangannya masih mengkhawatirkan, jangan menikah dulu deh. Kalau hidup sendiri dengan uang pas-pasan sih masih bisa lah terlewati. Susah senangnya hanya dirasakan sendiri. Nah, kalo udah ajak anak orang lain hidup bersama, jangan sampai dibikin susah. Kamu harus berhitung setidaknya keuangan kamu setelah menikah harus cukup untuk kebutuhan dasar sandang, pangan, dan papan. Kalau sudah punya anak, lebih banyak lagi pengeluarannya karena ada tambahan anggota keluarga yang harus dinafkahi.

Kalau calon suami istri sepakat untuk sama-sama berpenghasilan dan setelah dihitung-hitung cukup untuk kehidupan rumah tangga kalian, barulah menikah. Tapi kalau hitung sana hitung sini, setiap bulan masih minus, jangan deh. Usahakan berpenghasilan yang baik dulu baru menikah, sehingga setelah menikah itu setiap hari ga ribut soal uang, uang, dan uang.

2. “Aku Cinta Dia” dalam Arti Siap Menerima Kekurangan dan Kelebihan Pasangan

Sebelum menikah, pelajari dulu kekurangan dan kelebihan pasangan. Setelah dipelajari, kira-kira siap ga hidup sama orang itu setiap hari sampai selama-lamanya dengan segala kekurangannya? Kalau kelebihan sih ga akan jadi masalah ya. Yang perlu diperhatikan adalah kekurangannya. Kalau misalnya pacar kamu orangnya ringan tangan atau saat ada sedikit masalah suka main pukul, setelah menikah biasanya ga jauh berbeda sifatnya. Jadi, siap ga untuk menerima kekurangannya itu? Kalau ga siap, coba pikir-pikir lagi sebelum menikah ya.

3. Kesiapan Mental

Sudah siap belum statusnya dari single jadi married? Meskipun di sebelah kamu ada yang lebih bening dan menarik dari pasangan, ga boleh dideketin loh, apalagi dijadiin pacar atau selingkuhan. Kalau sudah punya anak, waktu untuk diri sendiri alias me time jadi makin berkurang juga. Kalau biasanya kamu bisa main game sampe puas, saat punya anak, main game nya diganti jadi main sama anak. Udah siap belum? Kalau dulu single seminggu sekali pergi perawatan tubuh dan wajah, nanti kalau sudah punya anak, mungkin hanya sebulan sekali karena setiap minggunya merawat kuku si kecil. Siapkah? Kalau sudah siap ganti status dengan segala perubahan aktivitasnya, silakan lanjutkan rencana menikah kalian.

4. Agama, Suku, Ras, dan Jati Diri Pasangan

Kita ga pernah tau jodoh kita berasal dari agama, suku, ras, atau negara mana. Tapi, jika ada perbedaan, alangkah baiknya agar dibicarakan jauh sebelum menikah. Jika si pria dan wanita berbeda agama, apakah salah satu bersedia untuk ikut ke agama pasangannya? Apakah keluarga menyetujui? Kalau ada pertentangan yang tidak ada jalan keluarnya, sebaiknya pernikahan tersebut dihindari karena restu dari keluarga akan sangat berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga kalian nantinya.

5. Usia

Kalau usia sudah diatas 30 tahun dan masih single, biasanya si jomblowan atau jomblowati makin sering diserang dengan pertanyaan kapan nikah? Ini tipikal orang Indonesia banget, KEPO! Dan kita ga suka banget sama orang-orang kepo ini. Kita yakin orang-orang yang sudah berusia 30 tahun ke atas dan masih belum menikah itu pasti punya alasannya masing-masing. Bukan berarti mereka ga berusaha, tapi kadang jodoh itu memang belum ketemu, trus gimana mau dipaksa. Daripada nikah trus hidup susah dan ga bahagia, trus cerai, kalian yang tukang kepo mau tanggung jawab? Ngak kan. Cuma memang secara medis dan psikologis, disarankan menikah di usia 25-31 tahun agar kalau ingin memiliki keturunan, kondisi fisik kesehatan masih baik. Kalau saran kita secara pribadi, jangan karena diburu usia jadinya asal-asalan dalam memilih pasangan. Nanti kalau ga bahagia, nyesel loh. Mending single happy daripada status marriage tapi hidup susah. Yang terpenting adalah buat yang belum menikah, selalu berusaha untuk mencari pasangan yang sesuai, karena jodoh itu memang di tangan Tuhan, tapi kalau kita ga cari, ga ketemu juga!

Aji Wibowo & Yunita

Aku dan Dia – 11 Tahun Bersama

Yang akhirnya baca artikel ini, lihat judulnya jadi baper ga sih? Eeeaaaaaaa,,, SENGAJA! Muahahaha… Tiba-tiba terinspirasi untuk menjadikan artikel ini sebagai cerita pembuka dari website terbaru kita, awitalife.com!

Pertama, kenalin dulu personil yang bakal ngisi website ini, ada Aku – Yunita dan Dia – Aji Wibowo. Mungkin kedepannya ada generasi penerus yang kita “paksa” untuk ngisi website ini juga, Adeline Stella Awita beserta adik-adiknya yang masih dalam masa perencanaan. Hehe…

Setelah sukses dengan blog kita di batam-dine.com dan ga gitu update di blog satu lagi happytummytraveller.com, we realized that there are so many things we could share from our own life. We love blogging, we love story telling, we love travelling, food hunting, cooking, playing with our kid(s), and so much more. So, why not we share everything in one simple place that could accommodate all of it? Well, akhirnya lahirnya website kita yang ketiga, awitalife.com! Bukan anak ketiga ya, jangan salah baca, website ketiga!

Kenapa namanya awitalife.com? Simpel kog, cuma nama gabungan dari sepasang suami istri yang tiap hari pengen hidupnya berasa honeymoon, Aji Wibowo dan Yunita yang kalau dipaksa singkat menjadi AWITA. Awitalife artinya cerita kehidupan yang mereka jalani bersama, mudah-mudahan terus till death do us part!

Aji & Yun (2009)

Aku & Dia (2009)

11 tahun bersama rasanya singkat aja tuh ya. Ga berasa udah bareng Dia selama 11 tahun lebih. Mulai dari pacaran di awal kuliah tahun 2005, menikah, sampai sekarang udah mau punya anak kedua. Time is flying so fast! Sudah banyak ups and downs yang dilalui bersama, mulai dari Dia yang ga lulus satu mata kuliah gara-gara temen praktikumnya nyontek dan Aku yang jadi nangis-nangis mohon sama kepala dekan; trus cerita kita udah bisa cari duit sendiri saat kuliah melalui freelancer.com yang akhirnya jadi modal buat pacaran; trus Aku yang lulus duluan dan pindah ke Batam buat kerja; disusul sama Dia yang nyoba cari kerja di 50 perusahaan di Singapura dan ga satupun yang manggil, nganggur 1.5 bulan dan akhirnya kerja di perusahaan Indonesia yang bonafit dan ditempatkan di Batam; sukses nabung buat beli kebutuhan dasar hidup berupa sandang, pangan, dan papan; menikah dengan sebagian modal masih dari orang tua Dia; sampai sekarang akhirnya sudah punya anak super cute dan secara finansial sudah bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri.

Bisa dibilang, 11 tahun bersama banyak banget suka dukanya. 8 tahun pacaran, 3 tahun usia pernikahan saat ini. Semua bisa kita lewati dengan resep bumbu ini:

  1. Saling Cinta

Ya jelas toh ya, kalau ga cinta, ga mungkin mau susah bersama.

  1. Percaya Satu Sama Lain

Dulu denger kata soulmate itu biasa aja, bahkan terasa lebay. Tapi, akhirnya di satu titik, Aku merasa soulmate itu emang benar ada, yang artinya separuh jiwamu itu adalah Dia, begitu pula sebaliknya. Setiap kali punya cerita, masalah, pengen minta saran, Dia yang kutuju, karena Aku melihat Dia sebagai “aku dari sisi lain”. Dia selalu jujur untuk kasih komentar baik itu akan terdengar manis atau pahit. Banyak cerita terburuk hingga terbaik yang cuma kita berdua aja yang tau. Cool right!

  1. Menerima Dia Apa Adanya

Kita ga bisa mengubah sifat seseorang secara keseluruhan, karena setiap manusia itu unik dengan karakternya masing-masing. Aku si cerewet selalu belajar untuk menerima Dia si pelupa, begitu pula sebaliknya. Makanya sebelum menikah, pikir baik-baik, apakah yakin bersedia hidup bersama Dia dengan segala kelebihan dan kekurangannya?

  1. Menghargai Satu Sama Lain

Aku sangat menghargai Dia sebagai pasangan hidupku, begitu pula sebaliknya. Kita selalu menjaga untuk tidak menceritakan kekurangan pasangan di depan orang lain. Dengan saling menghargai satu sama lain, yakin deh kalau hubungan harmonis akan terjaga dengan baik.

 

Ok guys,, sekian cerita singkat kebersamaan Aku dan Dia selama 11 tahun and hopefully more years to come together.

Makasih buat yang udah mampir ke website baru kita ini, mudah-mudahan apa yang kita sharing disini bisa bermanfaat bagi banyak orang. Di website ini kita sengaja bikin kategori Relationship alias Konsultan Cinta biar kalian para jomblowan jomblowati yang ada di luar sana makin baper! Eaaaaaaaa….…

 

Salam Cinta dari Aku dan Dia