Dan Brown menjadi salah satu penulis novel favorit kita akhir-akhir ini. Perasaan ini muncul karena menonton film yang terinspirasi dari buku Dan Brown sebelumnya, yaitu Angels and Demons dan juga Da Vinci Code. Kedua film ini sukses memberi kesan tersendiri terhadap buku Dan Brown, dan Aji mulai doyan cari-cari buku Dan Brown yang lain. Akhirnya, jadilah review buku The Lost Symbols ini di blog ini, hahahaha.

Cover Buku The Lost Symbols

Cover Buku The Lost Symbols

Yang paling Aji suka dari Dan Brown adalah bagaimana dia mendeskripsikan lingkungan dengan sangat detil dan mudah dipahami. Oya, buat temen-temen yang belum tahu, tokoh utama dari buku The Lost Symbols ini adalah Robert Langdon, yang juga jadi tokoh utama di banyak buku setelah maupun sebelum buku ini.

Tom Hanks Sebagai Robert Langdon

Tom Hanks Sebagai Robert Langdon

Karena kita sudah pernah menonton film tentang Robert Langdon sebelumnya, membaca buku ini kita bisa membayangkan Tom Hanks yang berlari-lari mencari petunjuk demi petunjuk untuk menyelesaikan apa yang menjadi misi dia. Dengan deskripsi ruangan yang sangat fantastis dari Dan Brown, membayangkan Robert Langdon berlari kesana kesini menjadi 99% lebih mudah!

Sebagai pendahuluan, semua buku tentang Robert Langdon adalah FIKSI. Meskipun tempat-tempat yang digunakan dalam buku ini adalah tempat yang nyata, tapi Dan Brown dengan cerdik dan luwes mampu menggabungkan antara tempat faktual dengan tambahan-tambahan fiksi. Sebagai contoh, dalam buku ini kamu akan diajak berjalan-jalan di kota Washington D.C, dengan segala lika liku kotanya yang menarik. Tapi selain tempat yang faktual seperti Capitol Hill, Dan Brown akan menambahkan banyak tempat-tempat rahasia yang sepenuhnya fiksi, tapi mampu digambarkan dengan baik, jadi seolah-olah yang kamu baca itu faktual. Ini adalah kelebihan Dan Brown, dan Aji sangat suka dengan gaya penulisan ini.

Buku ini akan memberi kamu pengalaman bermain-main dengan salah satu organisasi yang sangat tua di dunia ini, dan apakah sekarang masih ada atau tidak pun Aji terus terang tidak tahu, Organisasi Mason. Seperti yang kita tahu, setiap organisasi rahasia, apalagi yang sangat terkenal seperti organisasi Mason, maka dapat dipastikan mereka memiliki banyak rahasia-rahasia yang belum terpecahkan.

Dan Brown menggabungkan rahasia-rahasia ini dengan bumbu fiksi yang sangat menarik, ditambah dengan ciri khas dari beliau, yaitu menggunakan berbagai macam karya-karya seni artistik yang terkenal sebagai petunjuk-petunjuk yang dapat kamu ikuti juga. Sedikit bocoran tanpa memberi kamu plot buku ini, kamu akan melihat lukisan ini digunakan sebagai salah satu petunjuk.

Melencolia I by Albrect Durer

Melencolia I by Albrect Durer

Ketika kamu baca buku ini, kita YAKIN BANGET kamu bakal buka search engine, terus ikut cari-cari karya seni yang dimmaksud, sambil melihat petunjuk apa kira-kira yang ada di karya tersebut. Jadi ketika kamu membaca buku ini, pastikan quota internet kamu ada atau kamu lagi di tempat yang ada wi-fi, because you GONNA NEED IT, HARD. 😀

Dan jangan kuatir, Dan Brown tidak akan pernah membuat kamu bosan dalam membaca karya dia. Pemotongan bab per bab nya dilakukan dengan cerdas sehingga kamu akan selalu terpacu untuk, “Ah, satu bab lagi…” dan tanpa sadar kamu sudah baca 10 bab, trust me, I felt that way too, hahaha.

Selain pemotongan yang cerdas dan gaya tulis yang deskriptif dan apik, kamu juga bakal disuguhi dengan ketegangan demi ketegangan yang melanda Robert Langdon, dan kamu tanpa sadar bakal ikut merasa serem ketika tokoh kita ini ada suatu masalah. Dan jangan kuatir, kamu ga bakal bisa nebak seperti apa jalan ceritanya, karena penulis satu ini sangat bagus dalam memberi twist di setiap bukunya.

Menurut penilaian kita, buku ini layak diberi nilai 10 dari 10. Ada yang sudah pernah baca juga? Yuk share cerita kamu di kolom komentar di bawah! Tapi usahakan jangan ada bocoran cerita ya, karena masih banyak banget temen-temen kita yang belum baca buku ini, okay? See you guys di review buku berikutnya!

Pin It on Pinterest

Share This